Rabu, 18 Juni 2014

ONE DAY ONE JUZ



            Hari ini adalah kali pertamanya aku membaca Al-Quran kholas satu juz. Alhamdulillah ada perbedaan yang aku rasakan, mungkin karena waktu yang cukup lama menatap layar handphone aku untuk membaca ayat-ayat suci ini karena aku menggunakan handphone agar lebih praktis dan bisa dibawa kemana-mana. Aku ingin memperbaiki amalan saya membaca Quran. Bukan merasa sok suci atau ingin pamer bahwa aku bisa membaca satu juz perhari. Aku hanya ingin memperbaiki dan lebih mendekatkan diri dengan Al-Quran yang kurasa telah jauh dari diriku. Aku mengikuti salah satu program membaca Al-Quran di dunia yang bernama One Day One Juz (ODOJ). One Day One Juz ( ODOJ ) adalah program yang diinisiasi oleh para Alumni Rumah Qur’an untuk memfasilitasi dan mempermudah kita dalam tilawah Al-Qur’an dengan targetan satu juz sehari. Program ini diikuti oleh umat islam dari sabang sampai merauke dan macanegara. Sistemnya adalah kita dikelompokkan ke dalam satu grup yang berisikan 30 orang, antara perempuan dan laki-laki dipisah. Target pribadi adalah satu juz perhari sedangkan target grup adalah hatam perhari. Ada pembagian juz yang akan dibaca oleh setiap orang di awal bulan dan mengikuti juz selanjtnya hingga hatam. Ini bukan tentang terburu-buru untuk menghatamkan Al-Quran tetapi tentang konsistensi kita untuk membaca Al-Quran. Program ini sangat memotivasi bagi para ODOJers karena dengan target yang telah ditentukan dan memaksa kita untuk membaca agar terbiasa dan menjadi pribadi yang lebih dekat dengan Al-Quran. Program ini juga telah mendapatkan penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) karena meraih program membaca Al-Quran dengan peserta terbanyak. Dan aku yakin ini bukan aliran sesat dan memaksa kita untuk mengikuti terus program ini. Semua terganung diri kita masing-masing. Dari Abu Amamah ra, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah Al Qur’an karena sesungguhnya ia akan menjadi syafa’at bagi para pembacanya di hari kiamat”( H.R Muslim ). Selain menenangkan hati, Al-Quran insyaAllah akan menolong kita pada hari kiamat nanti. Jadi tidak ada salahnya memulai kebaikan. Lagipula ini menjelang bulan Ramadhan, akan terasa lengkap apabila kita telah terbiasa dekat dengan Al-Quran.
            Ada beberapa hal yang bisa dipetik dari one day one juz. Hal yang pertama adalah mengajari konsistensi dalam diri kita terhadap sesuatu, dengan aturan dan paksaan kita akan terbiasa dan konsisten. Paksaan sebetulnya tidak semuanya berbau negatif, benar apa yang dikatakan oleh Bapak Nusa Putra di Jurusan tempat saya kuliah. Bahwa sesuatu yang memaksa kita belajar akan membentuk karakter dan identitas kita kelak. Seperti membaca Quran ini, kita harus setor bacaan perhari lewat instan messaging. Disini kita juga diajarkan untuk jujur, karena bisa saja kita berbohong bahwa kita sudah kholas satu juz hari ini. Siapa yang tahu? Hanya diri kita dan Allah SWT. Selain itu, program ini juga mengajak kita untuk pandai dalam mengatur waktu, sesibuk apapun kita tapi kita harus tetap membaca Al-Quran satu juz perhari. Ini bukan persoalan yang mudah bagi pemula, karena terkadang Shalat yang hukumnya wajib pun masih dirasa tertunda karena pekerjaan apalagi membaca Al-Quran. Banyak hal yang bisa kita asah dari program ini. Semoga aku bisa bertahan dengan konsistensi dalam waktu yang lama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar