Hari ini adalah kali pertamanya aku
membaca Al-Quran kholas satu juz. Alhamdulillah ada perbedaan yang aku rasakan,
mungkin karena waktu yang cukup lama menatap layar handphone aku untuk membaca
ayat-ayat suci ini karena aku menggunakan handphone agar lebih praktis dan bisa
dibawa kemana-mana. Aku ingin memperbaiki amalan saya membaca Quran. Bukan merasa
sok suci atau ingin pamer bahwa aku bisa membaca satu juz perhari. Aku hanya
ingin memperbaiki dan lebih mendekatkan diri dengan Al-Quran yang kurasa telah
jauh dari diriku. Aku mengikuti salah satu program membaca Al-Quran di dunia
yang bernama One Day One Juz (ODOJ). One Day One Juz ( ODOJ ) adalah
program yang diinisiasi oleh para Alumni Rumah Qur’an untuk memfasilitasi dan
mempermudah kita dalam tilawah Al-Qur’an dengan targetan satu juz
sehari. Program ini diikuti oleh umat islam dari sabang sampai merauke dan
macanegara. Sistemnya adalah kita dikelompokkan ke dalam satu grup yang
berisikan 30 orang, antara perempuan dan laki-laki dipisah. Target pribadi
adalah satu juz perhari sedangkan target grup adalah hatam perhari. Ada pembagian
juz yang akan dibaca oleh setiap orang di awal bulan dan mengikuti juz
selanjtnya hingga hatam. Ini bukan tentang terburu-buru untuk menghatamkan
Al-Quran tetapi tentang konsistensi kita untuk membaca Al-Quran. Program ini
sangat memotivasi bagi para ODOJers karena dengan target yang telah ditentukan
dan memaksa kita untuk membaca agar terbiasa dan menjadi pribadi yang lebih dekat
dengan Al-Quran. Program ini juga telah mendapatkan penghargaan Museum Rekor
Indonesia (MURI) karena meraih program membaca Al-Quran dengan peserta terbanyak. Dan aku
yakin ini bukan aliran sesat dan memaksa kita untuk mengikuti terus program
ini. Semua terganung diri kita masing-masing. Dari Abu Amamah ra, aku mendengar
Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah Al Qur’an karena sesungguhnya ia akan menjadi
syafa’at bagi para pembacanya di hari kiamat”( H.R Muslim ). Selain menenangkan
hati, Al-Quran insyaAllah akan menolong kita pada hari kiamat nanti. Jadi tidak
ada salahnya memulai kebaikan. Lagipula ini menjelang bulan Ramadhan, akan
terasa lengkap apabila kita telah terbiasa dekat dengan Al-Quran.
Ada beberapa hal yang bisa dipetik
dari one day one juz. Hal yang pertama adalah mengajari konsistensi dalam diri
kita terhadap sesuatu, dengan aturan dan paksaan kita akan terbiasa dan
konsisten. Paksaan sebetulnya tidak semuanya berbau negatif, benar apa yang
dikatakan oleh Bapak Nusa Putra di Jurusan tempat saya kuliah. Bahwa sesuatu
yang memaksa kita belajar akan membentuk karakter dan identitas kita kelak. Seperti
membaca Quran ini, kita harus setor bacaan perhari lewat instan messaging. Disini
kita juga diajarkan untuk jujur, karena bisa saja kita berbohong bahwa kita
sudah kholas satu juz hari ini. Siapa yang tahu? Hanya diri kita dan Allah SWT.
Selain itu, program ini juga mengajak kita untuk pandai dalam mengatur waktu,
sesibuk apapun kita tapi kita harus tetap membaca Al-Quran satu juz perhari. Ini
bukan persoalan yang mudah bagi pemula, karena terkadang Shalat yang hukumnya
wajib pun masih dirasa tertunda karena pekerjaan apalagi membaca Al-Quran. Banyak
hal yang bisa kita asah dari program ini. Semoga aku bisa bertahan dengan
konsistensi dalam waktu yang lama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar