Mahasiswa, siswa yang paling tinggi tingkatannya. Tetap saja masih seorang siswa. Ya, menuntut ilmu sepanjang hari demi gelar sudah tak heran lagi karena kebanyakan mahasiswa kuliah hanya demi gelar bukan ilmunya. Bicara soal mahasiswa, kini sudah banyak istilah aneh-aneh di kalangan mahasiswa. Kupu-kupu, kuliah-pulang -- ini sebutan untuk mahasiswa yang tidak mengikuti kegiatan apapun diluar kelas selain kegiatan perkuliahan yang wajib. Kura-kura, kuliah-rapat-- kalau ini sebutan untuk mahasiswa yang hari-harinya disibukkan oleh rapat organisasi atau rapat club. Kuda-kuda, kuliah-dagang-- kalau ini sih julukan untuk mahasiswa yang doyan dagang di sela-sela perkuliahan, apalagi kalau ada event besar. Adalagi Kunang-kunang aliasa kuliah-nangkring-- buat mahasiswa yang suka nangkring kalau ga ada dosen atau suka tipsen (titip absen) cuma demi nangkring.
Di dunia perkuliahan emang semua serba keras, keras kehidupannya. Mahasiswa seakan sudah kebal dengan segala ancaman yang tiada henti. Tugas bagi mahasiswa adalah ancaman besar, apalagi kalau sudah kategori tugas mandiri. Walau tugas adalah ancaman, hebatnya kebanyakan mahasiswa tidak terancam dengan hal itu. Kebanyakan dari mereka tetap santai seperti tidak diancam pada hari-hari awal pemberian tugas. Namun, ketika H-1 tugas akan dikumpulkan semua berubah menjadi manusia hampir setengah dewa, kepepet menjadi semacam ramuan untuk menyelesaikan ancaman secara cepat. Bukan mahasiswa kalau segala sesuatunya gak serba kepepet. Belum lagi untuk para perantau yang kebutuhan hidupnya serba mepet, mepet dengan garis kemiskinan. Jangankan untuk makan enak, untuk print tugas pun berasa berat buat para perantau yang pas-pasan. Walau ada yang berkecukupan, tapi tidak banyak. Mahasiswa itu manusia super, walau makannya gak banyak tapi kuat menghadapi segala halang rintang. Entah ini tuntutan hidup atau tuntutan orang tua. Yang penting bisa makan walau gak bergizi. Demi masa depan katanya.
Banyak yang bisa dipetik dari kehidupan mahasiswa, tentang berharganya waktu, arti sebuah teman, mengatur waktu dan uang, mendahulukan kebutuhan daripada keinginan bahkan melewati segala ancaman. Mahasiswa itu bukan robot namun bukan juga manusia seutuhnya.
"Karena mahasiswa adalah manusia hampir setengah dewa"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar